BANJARNEGARA – Bupati Budhi Sarwono bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Banjarnegara mencanangkan pelaksanaan vaksin Covid-19 di Kabupaten Banjarnegara. Pencanangan dipusatkan di RSUD Hj Ann Lasmanah Banjarnegara, Senin (25/1/2021).

Ada sembilan orang pertama yang mendapatkan vaksin Sinovac, yaitu  Yusuf Agung Prabowo, SH, MS.i (Kepala BKD Banjarnegara), Esti Widodo, S.STP (Kasatpol PP), Djarkasi Efendi, S.Th.I (Anggota DPRD), dr. Yunan Ardi Soewidji (dokter spesialis THT), Heny Setyo Tur Istanto (DPC IAI Banjarnegara), Indra Perdana (perwakilan dunia usaha), dan beberapa orang perwakilan organisasi profesi di Banjarnegara.

Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono, tidak dapat menerima vaksin karena risiko tinggi dan memiliki riwayat comorbid jantung koroner, sehingga tidak termasuk yang menerima vaksin. Sementara Wakil Bupati Banjarnegara Syamsudin tidak dapat menerima vaksin karena usianya sudah di atas 59 tahun. Sementara Ketua DPRD Ismawan Handoko tidak lulus tahap pemeriksaan awal karena saat pemeriksaan ternyata dalam kondisi hypertensi dan kurang fit. Begitu juga dengan Sekretaris Daerah Indarto yang tidak memenuhi persyaratan untuk menjadi penerima vaksin. Ia diketahui sempat terpapar Covid-19 beberapa waktu yang lalu.

“Saya punya riwayat comorbid jantung, sehingga secara medis tidak diperbolehkan. Secara pribadi kalau memang medis boleh, saya siap untuk divaksin,” kata Bupati.

Dalam pengarahannya, bupati mengimbau agar masyarakat Kabupaten Banjarnegara untuk tidak ragu mengikuti vaksinasi jika ada panggilan resmi. Masyarakat juga tidak perlu khawatir terkait keamanan dan kehalalan dari vaksin Sinovac.

“Mari ikuti program pemerintah. Vaksin Sinovac ini sudah teruji dan terbukti aman dan halal. Ini untuk melindungi kesejahteraan masyarakat, tidak perlu mengikuti perdebatan. Pemerintah tidak ada lain untuk melindungi masyarakat,” katanya.

Dengan vaksin massal tersebut, kata Budhi, masyarakat sudah berupaya melindungi diri, keluarga dan orang lain dengan hemat dan efektif.
“Ayo lindungi diri masing-masing, untuk mengantisipasi pengeluaran biaya pengobatan atau pemeriksaan kesehatan.. Dengan mengikuti vaksin juga berhemat. Tidak usah menjalani tes kesehatan ataupun pengobatan ”

Kepala Dinas Kesehatan Banjarnegara, dr Latifa Hesti M. Kes menjelaskan, sebanyak 6.000 dosis vaksin telah sampai ke Kabupaten Banjarnegara pada Hari Minggu (24/1/2021) dengan pengawalan ketat petugas. Dan sebagai awal, sebanyak sembilan pejabat daerah dan kelompok masyarakat serta tokoh mulai disuntik vaksin tersebut hari ini. Dilanjutkan dengan vaksinasi serentak semua nakes di seluruh Puskesmas se-Banjarnegara. Harapannya, vaksinasi ini mampu memutus mata rantai penularan Covid-19 di Kabupaten Banjarnegara.

“Urutannya hari ini pencanangan oleh Forkopimda, besok serentak nakes, berikutnya adalah petugas di garda terdepan, ASN dan masyarakat luas,” kata Hesty.

Usai pencanangan dilakukan serah terima sertifikat hasil vaksinasi oleh Bupati didampingi Sekda Banjarnegara, Drs Indarto M. Si, Kepala Dinkes, Direktur RSUD Hj Anna Lasmanah dr Erna Astuti dan Ketua PMI dr Amalia Desiana. Hadir dalam kesempatan ini pejabat di lingkungan Pemkab Banjarnegara antara lain Kepala Dinas Kominfo, Kepala BPBD, Kabag Umum Setda Banjarnegara.

*Artikel ini telah tayang di : banjarnegarakab.go.id